Miniatur Gedung dari Kertas




Advertisements

Air Terjun Madakaripura

Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir, 12/2003). Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi ‘guide’ yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir.

Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.

Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.

Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di ‘tabung’ ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.

Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.

Gambar :

Mouse Komputer Keren







Makhluk yang Tidak Bisa Mati (Immortal)


Turritopsis nutricula adalah hydrozoan, dan itu dianggap oleh para ilmuwan untuk menjadi satu-satunya hewan yang tidak bisa mati.

Organisme ditakdirkan untuk mati, setelah mereka menyelesaikan siklus hidupnya. Hydrozoa adalah kelas besar pemangsa kebanyakan hewan yang hidup di air asin, terkait erat dengan ubur-ubur dan karang. Telur dan sperma dari ubur-ubur dewasa (medusa) dan mereka kemudian berkembang menjadi polip panggung. Medusa berkembang secara aseksual dari polip.


Namun, Turritopsis nutricula Berhasil menemukan cara untuk tidak mati. Apa yang mahluk kecil ini lakukan adalah mereka kembali sepenuhnya ke fase seksual belum matang, tahap kolonial setelah mereka mencapai kematangan seksual. Mereka bahkan lebih dingin dari itu. Ketika mereka masih muda mereka punya hanya beberapa tentakel, tetapi pada tahap yang matang, mereka bisa 80-90 dari mereka.

Mereka dapat kembali ke tahap polip akibat perubahan sel di layar eksternal (Exumbrella), yang memungkinkan mereka untuk menghindari kematian. Sejauh para ilmuwan telah mampu mengetahui, perubahan ini menerjemahkan hampir hydrozoa abadi.

Dan Ilmuwan mencoba mengambil ekstrak dari hydrozoa untuk menemukan cara bagi manusia agar hidup abadi.

Kecelakaan Motor Paling Spektakuler


Steve Rapp’s Bike Explodes, Elkhart Lake, Wisconsin, 2000 – Image credits: Henny Ray Abrams

Sete Gibernau, Grand Prix at Montmelo, 2006 – Image credits: Javier Soriano


Gabor Talmacsi, Donington Park, UK, 2005 – Image credits: Clive Mason


Luca Boscoscuro, Grand Prix, 2000 – Image credits: Michael Cooper

Loris Capirossi Crashes During Practice – Image credits: Getty Images

Heading for the Bales – Image credits: Frank Peters

Casey Stoner , Australia, 2007 – Image credits: Getty Images

Grand Prix, Spain, 2006 – Image credits: Jaime Reina

Grand Prix, Spain, 2006 – Image credits: Jaime Reina

Sete Gibernau, Spain, 2006 – Image credits: Jaime Reina

Seni Bayangan dari Sampah

Menakjubkan, bayangan yang dihasilkan di sini berasal dari bayangan sampah yang diatur sedemikian rupa.







Helikopter Angkut Pesawat (woot)